Halaqah Qubro Tahfidzul Quran Surabaya 2017

Halaqah Qubro Tahfidzul Quran Surabaya 2017

Hidup di zaman modern seperti sekarang membuat siapa saja rentan berubah. Arus informasi demikian membanjir hingga nyaris tak terbendung. Dulu, untuk nonton film tak semudah sekarang. Di era teknologi, anak-anak sudah bisa mengakses macam-macam, termasuk film panas. Cukup terkoneksi internet, mereka bisa tersesat di hutan rimba film dewasa. Memang, nyaris tak mungkin menjaga anak agar tak terpapar konten negatif. Tapi, membiarkan mereka “berjalan sendiri” tanpa penjagaan bukanlah pilihan bijak. Dibutuhkan pendampingan yang kuat agar anak selamat dari serangan informasi dan pergaulan negatif.

Pertanyaannya, siapa yang paling kuat penjagaannya? Guru? Orangtua? Teman? Masyarakat? Lingkungan? Atau Pemerintah? Mereka semua hanyalah makhluk. Yang bisa lengah, lelah, lupa, lalai, capek, khilaf, ngantuk dan tidur. Lalu siapa Penjaga sempurna yang tak memiliki kekurangan sedikitpun? Ya, Dialah Sang Pencipta, Pemilik, Pengatur alam semesta. Dialah yang mampu menjaga semua hambanya, termasuk anak-anak 24 jam nonstop, tanpa istirahat. Lalu bagaimana agar anak terkoneksi dengan Allah? Mendidik mereka istiqomah dengan Alquran yaitu menjadi ahli Quran.

Sejak dalam janin, anak dibiasakan mendengar lantunan ayat-ayat suci. Setelah lahir, terus dikumandangkan ayat-ayat Alquran. Menjelang dewasa, mereka dibekali hapalan-hapalan yang menyejukkan jiwa. Saat dewasa, mereka belajar memahami Alquran. Alhasil, mereka menjadikan Alquran sebagai referensi pertama dan utama dalam berpikir, bertutur, dan bertindak.

Nabi bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ “S

esungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Alquran. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad). Alhamdulillah, sudah banyak Halaqoh Tahfidzul Quran di LDII. Salah satunya dengan diselenggarakan Halaqoh Kubro.

Puluhan anak, dari PAUD hingga remaja, belajar menghapal, memaknai, dan memahami Alquran. Sudah banyak anak-anak yang jadi korban perubahan zaman. Mulai dari pergaulan bebas, narkoba, ditipu, diculik, disekap, diperkosa, hingga dibunuh. Ada juga yang kehilangan arah hidup hingga terpuruk di titik nadir. Semoga dengan menjadikan anak-anak Ahli Quran, mereka akan mendapat perhatian khusus dari Dzat yang menurunkan Alquran. Dengan demikian, mereka bisa selamat mengarungi zaman yang semakin lama semakin tak karuan. Menghapal satu ayat, berarti menambah satu derajat. Alquran akan menjaga “pecintanya” di dunia dan kehidupan setelah mati, serta akan memberi syafaat di akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *